Investasi Tumbuhan Untuk Kemakmuran Warga
oleh : Putriana Khoirunnisa'
Pada
bulan desember kemarin saya mulai menjalani pengabdian pada masyarakat atau
biasa disebut KKM (Kuliah Kerja Masyarakat). Pengabdian masyarakat saya
laksanakan di Kecamatan Pujon, tepatnya Desa Bendosari, Dusun Cukal. Tempat
dimana kami melaksanakan kegiatan pengabdian ini sangat strategis karena di
Dusun Cukal adalah tempat Balai Desa Bendosari serta rumah Ibu lurah berada.
Dan kebetulan, saya dan kelompok tinggal tepat di sebelah rumah Ibu lurah
karena memang telah disediakan.
Sebelum keberangkatan untuk tinggal
di tempat pengabdian kami sudah lebih dahulu silaturrahmi kepada Ibu lurah
sebagai adat yang ada di sana atau disebut “ketok
pintu” pada tanggal 21 Desember 2021. Kemudian pertemuan kedua pada 24
Desember 2021 untuk memberikan proposal serta surat-surat perizinan dari
kampus. Saat diskusi bersama Ibu lurah kami langsung diarahkan saat pengabdian
nanti terfokus pada perawatan dan penanaman Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman
Obat Keluarga) dan P2L (Pekaramgan Pangan Lestari). Awal keberangkatan kami
untuk memulai pengabdian pada tanggal 26 Desember 2021 dan langsung menuju
rumah yang telah disediakan. Kemudian perwakilan dari kelompok menemui ibu
lurah untuk sowan dan juga mendiskusikan terkait pembukaan kegiatan KKM.
Setelah diskusi, disepakati pembukaan pada tanggal 28 Desember 2021.
Pembukaan KKM kami dilaksanakan
dengan sederhana dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pembukaan
dilaksanakan di Balai Desa bendosari dengan mengundang perangkat desa dan juga
RT RW serta ketua kader Asman Toga, Ibu PKK dan juga karang taruna Dusun Cukal.
Pembukaan ini dibuka dan diresmikan langsung oleh bu lurah beserta foto bersama
dan pemberian amanah untuk mengelola Asman Toga dan P2L.
Setelah pembukaan usai, kami mulai
menata jadwal untuk menjalankan proker sehari – hari. Proker utama kami adalah
menanam tanaman obat keluarga dan pekarangan pangan lestari. Proker lainnya yang
juga tak kalah penting adalah mengikuti kegiatan – kegiatan warga seperti
tahlil, dibaan, istighotsah dan hal – hal lain. Untuk proker pendidikan, kami
mengadakan bimbel setiap malam setelah sholat maghrib sampai isya’ untuk anak
SD dan MI. Kami juga ikut serta dalam kegiatan mengajar di TPQ serta kegiatan
mengajar di MI. Dan proker lainnya yakni bagian kesehatan adalah senam bersama
ibu - ibu dan juga membersihkan masjid di satu hari dalam satu minggu.
Langkah awal untuk proker utama adalah pembersihan green house tempat penanaman Asman Toga
dan P2L. Setelah dibersihkan, saya dan kelompok melihat apa saja yang perlu
dirombak untuk dibenahi dan juga melihat tanaman apa saja yang perlu untuk di
tambah atau diganti. Pada hari kedua kami mulai membersihkan green house dengan mencabuti rumput –
rumput, menyapu dan menyiram tanah yang kering di dalamnya. Setelah itu saya dan kelompok mencatat apa saja yang dibutuhkan
untuk membenahi green house tersebut.
Hal – hal yang diperlukan diantaranya pupuk sekam (pupuk berupa tanah bercampur
tai ayam), tanah gembur biasa, poly bag dan
bibit tanaman. Setelah barang tersedia kami langsusng mengeksekusi bibit yang
akan ditanam antara lain untuk tanaman obat keluarga terdapat jahe, lempuyang,
kunyit, daun kelor, alang – alang, tepung otot, kenikir, daun mint, rosella dan
pecut kuda. Kemudian untuk pekarangan pangan lestari terdapat seledri, cabe,
terong ungu, sawi, andewi, daun salam dan brokoli.
Penanaman dilakukan selama kurang
lebih 2 minggu namun tidak berturut turut. Bibit yang kami tanam ada kisaran
1.400 bibit sudah termasuk tanaman obat keluarga dan tanaman untuk pekarangan pangan lestari. Dengan tenaga
lebih kurang 15 orang, penanaman semua bibit terasa tidak seberapa berat. Kami
membagi tugas agar pekerjaan lebih cepat selesai. Dari 1.400 bibit itu ada
beberapa yang rusak dan beberapa yang tidak bisa digunakan sebab kering, layu
dan sebagainya. Setelah penanaman selesai kami langsung menyiram bibit dan
meletakkan dan menata rapi di tempat yang telah disediakan di dalam green house. Untuk tanaman obat keluarga
langsung ditanam di tanah dan untuk tanaman pekarangan pangan lestari
diletakkan di poly bag kecuali
brokoli. Selain menanam kami juga rutin menyiram tanaman tersebut setiap pagi
dan sore secara bergiliran. Tidak hanya itu, kami juga memberi keterangan nama
untuk tanaman obat keluarga beserta fungsi dan kegunaan.
Selain ada proker utama, kami juga
memiliki proker dari divisi lainnya. Misalnya dari divisi keagamaan. Proker
dari divisi keagamaan adalah ikut serta mengajar di TPQ (kolaborasi dengan divisi
pendidikan) dan juga mengikuti kegiatan rutinan warga setempat. TPQ yang kami
pilih untuk menjalankan proker ada dua lembaga, yang pertama yakni TPQ Daarus
Salam dan TPQ yang kedua adalah LPA Sabilul Khoirot. Dalam satu kelompok kami
membagi rata jumlah pengajar di masing masing TPQ. Kegiatan mengajar di TPQ ini
sendiri berlangsung setiap hari senin, selasa dan rabu karena hari kamis libur
dan di hari jumat sabtu kami fokus terhadap perawatan Asman Toga serta P2L.
Kemudian untuk proker kedua yaitu ikut serta dalam kegiatan keagamaan rutinan
warga. Kegiatan keagamaan rutinan warga meliputi tahlil, istighotsah dan pembacaan
diba. Ketiga hal tersebut masing masing ada putra dan juga putri.
Untuk proker divisi pendidikan
sendiri adalah mengadakan bimbel (bimbingan belajar) dan mengajar di TPQ (kolaborasi
dengan divisi keagamaan). Bimbingan belajar yang ada di proker, kami sediakan secara
gratis untuk adik – adik SD/MI guna membantu kesulitan dalam belajar. Proker ini
mulai berjalan pada minggu kedua tepatnya di hari rabu. Kegiatan bimbel ini
terlaksana sama dengan masuknya TPQ yakni setiap hari senin, selasa dan rabu, namun
tak jarang beberapa siswa MI/SD di hari lain pun bermain ke rumah tempat kami
tinggal untuk belajar atau hanya sekedar bercerita. Dalam proker divisi
pendidikan ada satu yang tidak tercantum di proposal yakni mengajar di sekolah.
Hal tersebut disebabkan sekolah MI yang ada di Dusun Cukal masih libur. Namun
kami sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar di 1 minggu terakhir pengabdian
kami disana karena siswa MI sudah mulai masuk pada saat itu.
Proker selanjutnya yaitu dari divisi
kesehatan. Dari divisi kesehatan sendiri kami memiliki dua proker yaitu senam
ahad sehat, mengikuti kegiatan posyandu, sosialisasi pernikahan dini dan
membersihkan masjid. Senam ahad sehat ini kami laksanakan setiap ahad pagi
bersama ibu – ibu Dusun Cukal. Hanya saja, kegiatan ini terealisasi 2 kali
dalam 4 minggu sebab di dua minggu lainnya ibu – ibu tidak bisa hadir karena
ada acara. Lalu ada kegiatan posyandu yang kami lakukan bersamaan dengan
kegiatan sosialisasi pernikahan dini. Kegiatan posyandu sendiri terletak di
balai kesehatan Dusun Cukal tepatnya di dekat SMP Negeri 4 Dusun Cukal. Di
posyandu terdapat 2 macam pemeriksaan kesehatan yakni bagi balita dan bagi yang
lanjut usia. Untuk sosialisasi kami tujukan kepada siswa SMP yang berada tepat
di sebelah posyandu dengan tema
sosialisasi pernikahan dini. Proker terakhir yaitu pembersihan masjid yang mana
dilakukan setiap hari jum’at pagi. Bagian – bagian yang dibersihkan utamanya kamar
mandi putra yang hamper tidak pernah digunakan sehingga kotor, dan sellain itu
seluruh ruang masjid kami bersihkan secara merata baik dari dalam masjid, teras,
lantai 2 dan balkon serta halaman depan dan samping tak lupa juga kami menanam
pohon di pojok – pojok halaman agar terkesan lebih asri.
Semua proker yang kami miliki telah
usai pada tanggal 22 Januari 2022. Asman toga dan P2L yang kami tanam sudah
tumbuh dan beberapa tanaman sisa di green
house juga sudah dipanen lalu dibagi untuk keperluan warga. Kemudian untuk
perpisahan TPQ, MI, dan anak bimbel kami mengadakan kuis berhadiah dan juga
sekalian penutupan bersama mereka. Dan terakhir kami melaksanakan penutupan KKM
di desa secara resmi dengan bu lurah pada tanggal 25 januari 2022 bertempat di
aula KOP SAE cabang Dusun Cukal dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolis
penutupan kegiatan pengabdian kami di Dusun Cukal. Sekian perjalanan KKM saya
bersama kelompok. Semoga dari tulisan ini ada hikmah yang bisa diambil.
Komentar
Posting Komentar