Karakteristik Konselor

 Halo Sobat! Welcome!

Setelah mepelajari berbagai banyak hal mengenai bimbingan konseling, kita juga memerlukan pengetahuan tentang karakteristik konselor lho! supaya apasih? supaya kita bisa lebih baik dalam memahami dan mungkin menjadi konselor yang baik kelak. Yuk kita bahas!

Karakteristik utama yang ada pada seorang konselor, menurut Carl Rogers ada tiga karakteristik yaitu 1. Congruence, 2. Unconditional positive regard, 3. Emphaty

1. Congruence

            Dapat dipahami sebagai "menunjukkan" sebagaimana adanya dan sebenarnya, terus terang, ada kesesuaian antara apa yang dikomunikasikan secara verbal dan apa yang tidak secara verbal. (Dimick dan Huff disebutkan dalam bahasa Latin.) Kesesuaian berarti menuju ke arah otentisitas, transparansi, konsistensi, otentisitas, kejujuran, keterbukaan, dan realitas. Merit berarti tidak berpura-pura dan berbohong. Hal ini sangat penting dalam proses konseling, terkait dengan upaya peningkatan kepercayaan klien terhadap konselor. Konselor yang menunjukkan konsensus diharapkan dapat mendorong klien untuk berperilaku serupa, sehingga penemuan masalah dapat dilakukan secara efektif.

Dapat dipahami sebagai "menunjukkan" sebagaimana adanya dan sebenarnya, terus terang, ada kesesuaian antara apa yang dikomunikasikan secara verbal dan apa yang tidak secara verbal. Kesesuaian berarti menuju ke arah otentisitas, transparansi, konsistensi, otentisitas, kejujuran, keterbukaan, dan realitas. Merit berarti tidak berpura-pura dan berbohong. Hal ini sangat penting dalam proses konseling, terkait dengan upaya peningkatan kepercayaan klien terhadap konselor. Konselor yang menunjukkan konsensus diharapkan dapat mendorong klien untuk berperilaku serupa, sehingga penemuan masalah dapat dilakukan secara efektif.

2.  Unconditional positive regard

            Latipun mendefinisikan kepribadian ini sebagai sikap yang hangat dan positif untuk menerima dan menghargai pribadi orang lain, tanpa mengharapkan  pujian untuk diri sendiri. Ulasan positif memiliki arti yang sama dengan kehangatan, rasa hormat, kasih sayang positif, dan cinta tanpa pamrih. Konselor  menunjukkan sikap hormat yang positif tanpa syarat yang berarti bahwa mereka tidak mengharapkan simpati dari apa yang mereka lakukan. Selain itu, konselor adalah orang yang menoleransi atau setuju dengan apa yang dilakukan dan dikatakan orang lain.

3. Emphaty

            Empati adalah kemampuan untuk memahami sudut pandang dan perasaan orang lain. Empati tidak berarti memahami orang lain secara objektif, tetapi mencoba memahami pikiran dan perasaan orang lain melalui cara orang lain  berpikir dan merasakan atau mempersepsikan dirinya sendiri. Carl Rogers telah menjelaskan konsep empati ini dalam kerangka acuan internal, yang berarti memahami orang lain berdasarkan kerangka kognitif dan emosional orang lain.

DR. Namora Lumongga Lubis, 2011. Memahami Dasar-dasar Konseling :dalam teori dan praktik, (Jakarta. Kencana)

Komentar