Konseling Individual

 

Halo Sobat! Welcome!

Sesuai judul nih, kita bahas mengenai konseling individual. Dan di postingan selanjutnya adalah bahasan tentang konseling kelompok. Nah, kita ulas mengenai konseling individual dulu yuk!

A.    Pengertian

Konseling individual adalah pemberian layanan konseling yang bersifat pribadi dan rahasia. Konseling ini tentu terjadi antara konselor dan konseli guna menyelesaikan suatu permasalahan yang di alami konseli. Disebut individual karena layanan konseling ini dilakukan secara tertutup face to face atau langsung dan pribadi sehingga konseli bisa lebih nyaman dan lebih terbuka terkait masalah yang dialami.

B.     Tujuan

Tujuan konseling individu sendiri terdapat dua jenis yaitu umum dan khusus. Tujuan umum nya adalah untuk mendorong diri untuk berkembang dan menjadikan perilaku yang lebih maju dan lebih baik, kemudian menyelesaikan tugas tugas yang menjadi tanggungan, dan juga kebahagiaan hidup. Secara tujuan khusus tujuan konseling tergantung dari masalah yang dihadapi oleh konseli itu sendiri (disesuaikan dengan kebutuhan masalahnya). Tujuan yang menjadi inti dari konseling sendiri sebenarnya sama yakni mengentas konseli dari masalah yang dihadapi dan dapat menjadikan hidup lebih bahagia.

C.     Fungsi

a.       Fungs pemahaman

Fungsi pemahaman yakni membantu peserta didik untuk memahami dirinya sendiri baik dari segi individu atau pribadi maupun dengan lingkungan serta agama yang dianutnya. Serta siswa atau peserta didik juga bisa memahami potensi yang ada dalam dirinya sesuai pemahaman lingkungan dan pribadi.

b.      Fungsi Pencegahan

Konselor dalam hal ini membantu klien (siswa/peserta didik) memahami hal apa yang bahaya dilakukan oleh mereka. Jadi, konselor membantu mencegah klien untuk menghindari hal hal yang membahayakan klien itu sendiri. Seperti misalnya mengonsumsi alcohol, mengonsumsi narkoba, free sex dan lain lain.

c.       Fungsi Pengentasan

Funsi ini menghasilkan kemampuan konseli untuk mengentas dirinya dari masalah yang dimiliknya serta kemampuan untuk perkembangan dirinya sendiri.

d.      Pemeliharaan Pengembangan

Yaitu fungsi bimbingan dan konseling guna membantu klien agar dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi yang kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, kreatif dan juga fakultatif (pilihan) yang sesuai dengan minat bakat klien. Dalam fungsi ini memfasilitasi klien agar terhindar dari kondisi yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas diri.

e.       Advokasi

Fungsi ini menghasilkan kemampuan pembelaan diri bagi konseli dalam membela berbagai bentuk pengingkaran atau kesalahan hak maupun kepentingan sosial atau masyarakat dan pendidikan dan perkembangan yang dialami konseli.

D.    Asas

a.       Asas Kerahasiaan

Dalam kegiatan bimbingan konseling tentunya konselor sebagai penasihat memiliki data pribadi atau masalah pribadi dari klien (peserta didik) yang mana itu merupakan sebuah kerahasiaan. Maka dari itu dalam bimbingan konseling perlu ada dasar ini sebagai jaminan juga untuk klien agar memercayai konselor sebagai tenaga professional.

b.      Asas Keterbukaan

Asas keterbukaan merupakan asas yang menghendaki klien (peserta didik) untuk terbuka dan jujur atas segala yang dialami sebagai bentuk konsultasi masalah tanpa adanya unsur pura – pura. Hal ini penting dalam bimbingan konseling dikarenakan dengan kejujuran itulah konselor dapat mengetahui bagaimana masalah yang dialami oleh konseli/klien ini disebabkan, mungkin dari lingkungan atau dari keluarga dan faktor lainnya.

c.       Asas Kesukarelaan

Kesukarelaan berarti adanya rasa sukarela dari klien yang akan menjalani bimbingan konseling. Kesukarelaan itu berasal dari kehendaknya sendiri tanpa adanya paksaan orang lain. Karena bimbingan bukan suatu paksaan melainkan binaan.

d.      Asas Kekinian

Asas kekinian merupakan asas yang menghendaki masalah yang dialami oleh konseli/klien adalah masalah saat ini atau masa sekarang. Kekinian yang dimaksud adalah masalah yang memang dihadapi dan menjadi kendala di masa sekarang, bukan masalah/problem di masalalu maupun masa depan. Sebenarnya jangkauan dari pembahasan bimbingan konseling sendiri tidak lepas dari pembahasan masalalu dan dampak untuk kedepannya, namun yang dimaksud kekinian adalah masalah yang dialami oleh konseli, terkait itu berhubungan dengan masalalu bukan menjadi masalah selama itu bukan sesuatu yang dialami di masa lalu yang sudah tidak menjadi masalah di masa sekarang. Asas kekinian ini juga menjadi asas yang mengartikan bahwa sebagai konselor tidak boleh menunda – nunda bantuan yang dibutuhkan seorang konseli/klien.

e.       Asas Kegiatan

Asas kegiatan ini adalah asas yang bertujuan agar peserta didik sebagai konseli dapat mengikuti kegiatan dan berpartisipasi aktif dalam sebuah kegiatan entah organisasi atau kepanitiaan. Khususnya yang lebih di utamakan adalah kegiatan yang diselenggarakan dan berhubungan dengan bimbingan konseling.

f.       Asas Tut Wuri Handayani

Asas ini menghendaki bimbingan konseling dapat menciptakan rasa aman dan nyaman (mengayomi) bagi konseli. Mengembangkan individu, dan merangsang peserta didik untuk terdorong melakukan hal yang lebih maju serta lebih percaya pada dirinya sendiri dalam segala hal apapun.

Referensi

Henny Syafrina Nasution dan Abdillah. 2019. Bimbingan Konseling”Konsep Teori dan Aplikasinya”. (Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia/ LPPPI)

Hartono dan Boy Soedarmadji, 2012 Psikologi Konseling, (Jakarta: Prenadamedia Group)

Komentar