Urgensi Bimbingan Konseling Ditinjau Dari Segi Landasan Psikologis, Sosial Budaya, Dan Religius
Halo! Welcome!
Artikel kali ini mengenai
urgensi bimbingan konseling ditinjau dari segi landasan psikologis, sosbud, dan
juga religious. Kita
bahas satu satu yuk!
1.
Pengertian landasan bimbingan konseling
Landasan dalam bahasa adalah dasar, tumpuan, alas. Landasan bimbingan
konseling adalah dasar pijakan seorang konselor dalam pelaksanaan dan
pengembangan layanan bimbingan konseling.
2.
Landasan Psikologi
Landasan psikologi merupakan landasan yang memberikan pemahaman terkait
jiwa konseli yang diterimanya. Untuk dapat memahami landasan ini maka seorang
konselor atau guru BK harus mengetahui apa saja aspek aspek psikologis pribadi
konseli sehingga dapat mengarahkan terhadap langkah yang tepat dan menjadikan
peserta didik merasa terbantu menyelesaikan masalah dengan baik.
Kajian yang harus dimiliki seorang guru BK yakni motif dan motivasi,
pembawaan dan lingkungan, perkembangan individu, belajar, dan juga kepribadian.
Hal ini merupakan salah satu kajian penting dalam rangka agar mudah mendekatkan
diri kepada konseli.
3.
Landasan Sosial Budaya
Landasan
sosial budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada
konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang
mempengaruhi terhadap perilaku individu (konseli).
Terdapat
beberapa faktor sosbud yang menimbulkan kebutuhan bimbingan :
a.
Melakukan main peran dengan klien.
b.
Menggunakan humor
c.
Mengkonfrontasi klien dengan tidak memberikan ampunan atau tidak menerima dalih.
d.
Membantu klien merumuskan rencana perubahan.
e.
Melayani klien sebagai model peranan dan guru.
f.
Menentukan batas-batas dan struktur konseling yang tepat dan jelas.
g.
Menggunakan verbal shock atau sarkasme yang tepat untuk menentang klien dengan
tingkah lakunya yang tidak realistis.
h.
Terlibat dengan klien dalam mencari hidup yang lebih efektif.
4.
Landasan Religius
Landasan religius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan
klien/siswa sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliaannya.
Landasan ini menekankan pada
tiga hal pokok, yaitu:
(a)
Manusia sebagai makhluk Tuhan
(b)
Sikap sesuai dengan
kaidah-kaidah agama
(c)
Upaya yang memungkinkan
berkembangnya perangkat budaya dan kemasyarakatan dalam rangka pemecahan
masalah.
Dalam landasan ini, terkait erat dengan keagamaan. Hal positif lain jika
landasan ini dimiliki oleh seorang konselor adalah dapat memelihara jiwa,
memelihara fitrah, dan memelihara akal sehat.
Nah, jadi ke tiga landasan
diatas adalah landasan yang perlu dimiliki oleh seorang konselor dalam memahami
konseli sebagai tenaga konselor yang professional. Di tulisan selanjutnya aka
nada 3 landasan lanjutan dari artikel ini yaa. See u next post!
Urgensi Bimbingan Konseling
Ditinjau Dari Segi Landasan Psikologis, Sosial Budaya, Dan Religius.
Halo Sobat! Welcome!
Di artikel kali ini aku akan bahas tentang
urgensi bimbingan konseling. Nah, Urgensi bimbingan konseling sendiri dipandang
dari 6 landasan, namun di artikel ini kita bahas 3 dulu ya!
Pada
dasarnya adanya bimbingan konseling di setiap sekolah ini awalnya adalah
perihal landasan hukum dalam perundang-undangan. Namun,selain perihal
perundang-undangan bimbingan konseling sendiri ada sebab kesadaran bahwa setiap
individu tentu memiliki permasalahan atau problem dalam hidupnya masing masing.
Tak terkecuali peserta didik, karena berada di dalam masa pertumbuhan dan
mengalami masa yang labil jadi perlu adanya bimbingan konseling sebagai
pengarah atau penasihat untuk mereka dalam menyelesaikan prblem yang mereka
miliki.
Urgensi BK ditinjau dari
beberapa landasan dan landasan yang kita bahas kali ini yaitu landasan
psikologis, sosial budaya dan religius.
1.
Landasan Psikologis
Landasan psikologi merupakan landasan yang memberikan pemahaman terkait jiwa
konseli yang diterima olehnya. Untuk dapat memahami landasan ini maka seorang konselor atau guru BK
harus mengetahui apa saja aspek aspek psikologis pribadi konseli sehingga dapat
mengarahkan terhadap langkah yang tepat dan menjadikan peserta didik merasa terbantu
menyelesaikan masalah dengan baik.
Kajian yang harus dimiliki seorang guru BK yakni motif dan motivasi,
pembawaan dan lingkungan, perkembangan individu, belajar, dan juga kepribadian.
Hal ini merupakan salah satu kajian penting dalam rangka agar mudah mendekatkan
diri kepada konseli.
Nah,
urgensi bimbingan konseling dari segi landasan ini adalah ketika keadaan
psikologis seseorang sedang tidak baik maka bimbingan konseling akan sangat
berpengaruh dalam masa penyembuhan atau pembantuan kesehatan mental tersebut. Berbicara
tentang urgensi, tentu saja bimbingan konseling dari segi ini sangat penting
dikarenakan pemahaman terkait jiwa konseli sendiri harus ditangani oleh seorang
ahli dalam bidangnya.
2.
Landasan Sosial Budaya
Landasan
sosial budaya merupakan landasan atau dasar yang dapat memberikan pemahaman
kepada konselor tentang hidup bersosial dan jenis kebudayaan sebagai faktor
yang mempengaruhi terhadap perilaku individu dalam bermasyarakat. Dari
pernyataan ini, bisa diraba dan dipahami bahwa kehidupan sosial seperti yang kita
tau baik saat ini maupun zaman yang sudah dahulu sangat membutuhkan penyesuaian
diri yang cukup agar mampu berbaur dengan satu sama lain. Begitu juga dengan
budaya, terkadang ada hal-hal yang berbeda antar suku/golongan satu dengan yang
lainnya.
Dari
paparan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan sebagai urgensi bimbingan
konseling tersebut untuk mengatasi bagaimana kehidupan bersosial juga untuk
mengatasi bagaimana cara beradaptasi jika budaya di suatu tempat itu tidak relevan
untuk seorang individu.
Terdapat
beberapa faktor dari sosial budaya yang menimbulkan kebutuhan
bimbingan :
a. Adanya sistem kasta
b. Cara antar-individu berbaur
c. Bullying
d. Hubungan antar individu dalam masyarakat yang kurang
e. Budaya yang yang asing dalam suatu suku/daerah
3.
Landasan Religius
Landasan religius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan
klien/siswa sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliaannya.
Landasan ini menekankan pada
tiga hal pokok, yaitu:
(d)
Manusia sebagai makhluk Tuhan
(e)
Sikap sesuai dengan
kaidah-kaidah agama
(f)
Upaya yang memungkinkan
berkembangnya perangkat budaya dan kemasyarakatan dalam rangka pemecahan
masalah.
Dalam landasan ini, terkait erat dengan keagamaan. Hal positif lain jika
landasan ini dimiliki oleh seorang konselor adalah dapat memelihara jiwa,
memelihara fitrah, dan memelihara akal sehat. Urgensi yang dilihat dari segi
landasan ini ialah hubungan spiritual antar manusia dengan Tuhannya. Hubungan
manusia dengan Tuhan (Allah SWT) tentunya juga memiliki beberapa problem.
Misalnya yang kita ketahui dalam ajaran agama islam, jika kita semakin jauh
dari Allah maka hati tak tenang, hidup gelisah dan sejenisnya. Sedangkan jika
kita dekat dengan Allah SWT dan senantiasa bersyukur kepada-Nya maka Allah SWT
akan menambah nikmat dan kebahagiaan kita.
Pernyataan
diatas menjelaskan bahwa terkadang manusia juga lupa bagaimana cara bersyukur,
lupa bahwa dirinya memiliki Tuhan, ataupun lupa bagaimana cara membuat hidup
ini bahagia dengan jalan yang benar. Oleh karena itu bimbingan konseling ada
dan penting untuk menyadarkan hal-hal yang demikian.
Nah, Bagaimana? sudah mengerti kan? Mungkin itulah yang bisa aku sampaikan di artikel kali ini yaaaa sobat. Jangan lupa untuk terus bersyukur ya! see u next post!
Komentar
Posting Komentar