Urgensi Bimbingan Konseling Ditinjau Dari Segi Landasan Pendidikan, Filosofis, dan Iptek.
Halo Sobat! Welcome!
Kalau pembahasan sebelumnya kita membahas urgensi BK dari
tiga landasan yakni psikologis, religius dan Sosbud. Maka kali ini kita akan
membahas dari segi landasan pendidikan, filosofis dan Iptek.
1. Landasan
Filosofis
Landasan filosofis
ini merupakan landasan yang mana artinya pengarahan dan pemahaman konselor
dalam menjalankan bimbingan konseling yang mana hal tersebut dapat di
pertanggung jawabkan secara logis dan etis. Landasan ini juga berperan dalam
penyelesaian masalah hingga menemukan hakikat dari akar masalah itu sendiri.
Dalam penyelesaian masalah dan penemuan hakikat dari akar permasalahan
diharapkan konselor tetap menjaga keseimbangan kewarasan konseli dan dirinya
sendiri. Pentingnya bimbingan konseling dalam segi landasan filosofis adalah
hal tersebut.
2. Landasan
Pendidikan
Layanan bimbingan
dan konseling harus dibangun di atas landasan yang kokoh, antara lain: (3)
Landasan sosial budaya, (4) Landasan IPTEK. Selain keempat dasar tersebut,
pelayanan orientasi dan konseling dalam konteks Indonesia juga harus
memperhatikan aspek pendidikan, agama, dan hukum formal. Untuk menghindari
berbagai ketidaksesuaian dalam praktik pelayanan bimbingan dan konseling, maka
setiap konselor harus memahami dan menguasai dasar-dasar tersebut sebagai dasar
dalam melaksanakan tugas profesionalnya.
Landasan
pedagogis layanan pengajaran dan konseling dilihat dari tiga perspektif: (A)
Pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan konseling sebagai bentuk
kegiatan pendidikan. (B) Pendidikan di jantung proses bimbingan dan konseling.
(C) Pendidikan berkelanjutan sebagai
tujuan utama layanan bimbingan dan konseling.
3. Landasan Iptek
Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional
yang dilandasi secara ilmiah baik teori
maupun praktik. Orientasi dan pengetahuan penasehat diatur secara logis dan
sistematis dengan menggunakan berbagai metode. B.: Observasi, wawancara,
analisis dokumen, prosedur pengujian, inventarisasi atau analisis laboratorium
dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan makalah akademik
lainnya. Mengenai layanan konseling
dalam konteks Indonesia, Prayitno (2003) memperluas landasan konseling mencakup
landasan pendidikan, agama, dan hukum formal.
Komentar
Posting Komentar